readbud - get paid to read and rate articles

Di Angkasa, tidak Ada Waktu untuk Seks

TIDAK ada waktu untuk seks di luar angkasa bagi para astronaut profesional. Ini disampaikan seorang veteran komandan pesawat ulang-alik NASA di Tokyo pekan ini.

Astronaut Alan Poindexter, yang memimpin penerbangan pesawat NASA pada April lalu ke Stasiun Antariksa Internasional, menegaskan bahwa para astronaut di angkasa fokus pada misi utama dan tidak pada satu sama lain. "Kami adalah sekelompok profesional," jawab Poindexter kepada reporter yang menanyakan tentang kemungkinan melakukan seks di luar angkasa.

Menghormati kru yang lain untuk pekerjaan serius di angkasa adalah kuncinya. "Kami memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan kami memiliki hubungan kerja yang besar. Hubungan pribadi bukan suatu masalah," kata Poindexter. "Kami tidak memiliki mereka dan kami tidak ingin."

Poindexter dan enam krunya berada di Tokyo untuk mendiskusikan perjalanan mereka untuk mendistribusikan persediaan dan peralatan ke Stasiun Antariksa Internasional awal tahun ini.

Secara kebetulan, misi itu juga mengikutsertakan astronaut wanita terbanyak dalam satu pesawat yakni empat orang. Di antaranya, astronaut wanita Jepang kedua Naoko Yamazaki dan tiga astronaut NASA.

Ide petualangan seksual di ruang angkasa menjadi salah satu fiksi ilmiah, meskipun rumor telah membesar sejak NASA mulai menerbangkan awak berlain jenis ke ruang angkasa pada 1983. Pada 2006, jurnalis sains Laura Woodmansee menulis buku berjudul Sex in Space. Ini merupakan hipotesa romantik dalam ruang angkasa saat perusahaan Jepang mengumumkan rencana pernikahan satu pasangan pada 2008 di angkasa pada pesawat penerbangan suborbital masa depan. (space.com/OL-5)

Sumber : Media Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar