Badan kurus dapat terkena penyakit jantung
Badan kurus bisa juga terkena serangan jantung !!!!
Artikel majalah gaya hidup sehat ini menarik perhatian saya, walaupun saya tidak kurus bahkan saya tegolong orang yang gemuk karena perut buncit saya ini. Artikel ini saya dapatkan dari majalah gaya hidup sehat atau anda dapat mengunjungi situsnya langsung di www.gayahidupsehatonline.com atau klik disini untuk mengunjunginya.
Sebagai orang awam kita sering sekali berpikiran jika badan kita gemuk maka kita akan lebih cepat terserang penyakit bahkan penyakit jantung pun bisa menyerangnya. Memang gemuk itu tidak lebih sehat daripada kurus, itu merupakan fakta medis yang harus diyakini. Namun, bukan berarti orang kurus (tidak gemuk) pasti terbebas dari serangan jantung.
Penyakit jantung itu lebih dari satu. Penyakit jantung yang paling sering adalah pembuluh jantung koroner. Bila pembuluh pemberi pasokan makan ke otot jantung ini mengalami penyumbatan, kita menyebutnya pengapuran pembuluh darah, pasokan darah yang memberi makan ke otot jantung akan berkurang. Jeritan otot jantung yang menderita kekurangan pasokan makan ini muncul berupa rasa khas di dada, yakni seperti ditekan, ditindih, dan tidak enak. Khasnya rasa tidak enak itu menjalar ke leher, bahu, dan lengan kiri.
Kejadian sumbatan koroner bukan peristiwa baru kemarin. Prosesnya berlangsung lama, mungkin puluhan tahun sebelum merasakan gejalanya. Untuk bertambah tebalnya kerak, lemak yang menumpuk pada dinding pembuluh koroner bertambah tebal sekitar sekitar 2 persen setiap tahun. Cuma perlu waktu 20an tahun untuk tersumbat separuh.
Rasa tidak enak di dada harus menjadi petunjuk berharga bahwa di pembuluh koroner jantungsedang ada masalah. Makin tebal sumbatan koroner, makin keras dan lama jeritan jantung. Itu berarti proses penyumbatan sedang bertambah secara progresif. Mestinya hal ini tidak didiamkan.
Kita perlu hirau bila mulai mendengar jeritan jantung. Bila tudak, proses penyumbatan akan terus bertambah hingga akhirnya serangan jantung tejadi. Kalau sudah begitu, kemungkinan ada dua : langsung meninggal pada serangan jantung pertama atau menyisakan cacat pada otot jantung yang mati (infarction) akibat kekurangan pasokan darah. Kematian sebagian otot jantung ini menjadikan jantung tidak lagi sempurna lagi menjalankan fungsinya di kemudian hari.
Sumabatan yang sudah terlanjur terbentuk pada koroner tidak mungkin lagi diluruhkan, tapi paling tidak bisa dipertahankan agar tidak bertambah tebal lagi. Masing-masing kandidat yang berisiko terserang jantung koroner memiliki sejumlah faktor resiko. Semua faktor resiko tersebut mesti dijinakan, sehingga tidak menambah tebal sumbatan. Sumbatan melebihi separuh saja maka serangan jantung sudah akan muncul. Sering orang tidak menginsafinya dan terlambat ditolong lantaran kemudian sumbatan koroner sudah terlanjur penuh. Itu pentingnya check-up jantung. Selain menemukan sudah adakah kelainan koroner, sekaligus melihat sudah seberapa buruk kondisi jantung, dengan cara demikian kewaspadaan terhadap serangan jantung bisa ditingkatkan.
Sekarang peeriksaan CT-scan jantung sudah lebih canggih. Bukan lagi hanya 128 lapis ( Multislices CT-scan), melainkan sudah ada yang 500 slices 4 dimensions. Sekecil apapun kelainan yang sudah ada maka akan terdeteksi.
Bila sudah ada yang tidak beres dalam koroner, faktor resiko sekecil apapun perlu dijinakan. Yang paling sering faktor lipid darah meninggi, kencing manis tak terkendali, selain darah tinggi. Asam urat pun memperburuk faktor resiko, selain faktor stres, kegemukan, merokok, dan adanya riwayat penyakit yang sama pada garis keturunan.
sumber : majalah gaya hidup sehat edisi 526 14-20 Agustus 2009
oiia, di artikel ini juga tercantum nama penulis yaitu Dr. Handrawan Nadesul dengan alamat email hnadesul@yahoo.com
Terima kasih telah membaca semoga artikel ini bermanfaat bagi anda....





0 komentar:
Posting Komentar